Review Album ‘Dream Theater’ Dari DTNorway Bagian 1

 

Jika sebelumnya sudah ada beberapa ulasan dari pihak media yang sudah pernah mendengarkan album baru ini terlebih dahulu, maka kali ini ada sebuah review yang ditulis oleh seorang penggemar. Seseorang itu adalah pengurus fan club resmi Norwegia atau DTNorway. Beliau terlibat cukup banyak kegiatan official fan club internasional. Salah satunya adalah sebagai produser dan sutradara DVD A Walk Beside The Band. Ulasan dari seorang penggemar pastinya akan lebih personal dibandingkan ulasan dari media. Namun tentu saja dengan semakin personal pasti akan semakin subjektif dari pandangannya. Di artikel ini saya akan berusaha mengambil intisari dari ulasannya dan menerjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

 

 

Seperti yang sudah pernah dijelaskan sebelumnya, album ini lebih heavy, lebih simfonis, dan sinematis. Sangat berbeda dari album sebelumnya. Banyak hal yang baru namun masih familiar. Dalam pertama kali mendengarkan terasa sedikit janggal. Ibarat pertama kali mengenakan sepatu baru. Setelah berjalan beberapa waktu akan terasa familiar dan cocok. Album ini perlu didengarkan beberapa kali agar rasa “janggal” itu hilang. ‘Dream Theater’ bukanlah A Dramatic Turn of Events 2. Album ini lebih imbang dan lebih berat meskipun bukan album terberat mereka. Album ini lebih tepat dikatakan sebagai album yang “kuat”, “kencang”, “agresif  dan emosional”, “sinematis dan megah”. Kemungkinan kalimat yang terbaik untuk mendeskripsikan album ini adalah “album dengan sound seperti Sytematic Chaos dan Black Clouds namun dengan songwritting dan struktur seperti Images and Words dan Awake”

Album ini lebih mudah diterima orang. Mungkin bisa saja disebut lebih mainstream. Meskipun demikian, para penggemar yang berharap musik dengan teknikal dan kompleksitas tinggi akan mendapatkannya di beberapa bagian album ini.  Berbagai macam style ada di album ini. Heavy metal, power ballad, instrumental yang teknikal, lagu yang besar dan bombastis. Dikarenakan durasi lagu-lagu yang tidak terlalu panjang, style dan emosi lebih terfokus ke masing-masing lagu saja. Tidak terjadi banyak percampuran emosional.

Secara suara, album ini sangat gitar oriented. Suara gitar cukup terdepan dan kuat. Ada banyak riff gitar yang unik. Riff yang groovy dan rockin metal, ada juga yang pop oriented. Ada percampuran yang pas antara distorsi dan akustik.  Suara gitar terdengar sangat fresh. Meskipun bukan sesuatu yang baru, tapi tetap baru untuk Dream Theater. Gitar solo juga sangat bervariasi yangs secara emosional mengingatkan kepada Falling Into Infinity dan Six Degrees of Inner Turbulence.

Porsi keyboard agak sedikit berkurang. Lebih banyak didominasi dengan pads, chords, atau piano. Tetapi Jordan tetap menunjukkan kemampuannya. Bahkan banyak menggunakan organ keyboards. Tetap ada unison dengan kecepatan tinggi, ribuan not keyboard solo yang sangat melodis, namun dibandingkan album-album terdahulu terasa lebih kurang. Namun, dengan berkurang porsi ‘gilanya’ Jordan tetap bersinar meskipun bukan dari sisi teknikal. Akan ada sebuah permainan piano yang sangat berkesan. Terutama bagian drum stick dengan jazzy piano.

Vokal, terasa seperti banyak yang bisa ditambahkan. Lebih terasa kurang melodis. Bahkan terkadang terasa lebih seperti background dibanding instrumen lain dan sedikit mudah ditebak. Namun dari apa yang didapat, James memberikan performa yang bagus. James tetap bersinar. Penamplan terbaiknya bisa didengarkan di Along For The Ride dan Illumination Theory. Sedangkan The Bigger Picture merupakan penampilan James terbaik di masa-masa ini.

Mangini menunjukkan kemampuan rhythm yang sangat mengesankan. Banyak sekali part-part yang dimainkan. Di sebuah groove yang heavy pun terdapat fill-fill kecil yang aneh. Jika digabungkan dengan kompleksitas musiknya akan semakin mengasah otak. Meskipun suara drumnya agak terasa sedikit mekanik.

John Myung kini mendapat banyak bagian untuk menampilkan kemampuannya. Ada bagian yang memang menonjolkan sisi bass. Surrender To Reason menjadi momen bagi Myung bahkan melebihi John Petrucci di bagian solo gitar.

Terjemahan ini akan disambung di lain waktu.

Bagi yang ingin membaca full reviewnya bisa mengunjungi http://www.dtnorway.com/2013/09/dream-theater-dream-theater-2013-english-review/

Advertisements

Posted on September 10, 2013, in Dream Theater. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: