Analisa Lirik – Beneath The Surface

Beneath The Surface

Beneath The Surface

Lirik oleh :  John Petrucci

Analisa lirik ini murni interpretasi pribadi dari berbagai sumber.

 

Is there ever really a right time?
You had led me to believe
Someday you’d be there for me
When the stars above aligned
When you weren’t so consumed
I kept looking for the clues
So I waited in the shadows of my heart
And still the time was never right

Until one day I stopped caring
And began to forget why I longed to be so close
And I disappeared into the darkness
And the darkness turned to pain
And never went away
Until all that remained was buried, deep beneath the surface

Dalam suatu hubungan, kita mempercayai suatu saat orang yang kita harapkan akan ada untuk kita. Kapan pun itu, kita menantikan petunjuk darinya. Dan kita pun menunggu dan menunggu, tapi tidak pernah ada waktu yang tepat. Akhirnya suatu hari, kita berhenti untuk memikirkannya. Kita berhenti untuk mempedulikan, hingga akhirnya lupa mengapa kita bisa dekat dengannya. Kita pun mulai menjauh, menghindar, dan akhirnya menghilang. Meskipun sakit terasa di awal namun akhir semuanya akan hilang ibarat dikubur dalam-dalam.

 

A shell of what things could’ve been
Tired bones beneath a veil of guarded secrets all too frail
Sad to think I never knew
You were searching for the words
For the moment to emerge
Yet the moment never came
You couldn’t risk my fragile frame

Until one day you stopped caring
And began to forget why I tried to be so close
And you disappeared into the darkness
And the darkness turned to pain
And never went away
Until all that remained was buried, deep beneath the surface

Di sisi yang lain, orang tersebut juga merasakan kegundahan yang sama. Merasa kita perlu menyadari keadaannya. Dia berusaha mencari kata-kata yang tepat disaat yang tepat juga. Namun, dia tidak bisa menemukan saat yang tepat. Dia takut untuk menyinggung dan menyakiti perasaan kita. Dan akhirnya suatu saat dia pun berbuat hal yang sama. Dia mulai  berhenti memikirkan kita, mulai menhindar, menjauh, dan akhirnya juga menghilang.
I would scream just to be heard
As if yelling at the stars
I was bleeding just to feel

You would never say a word
Kept me reaching in the dark
Always something to conceal

Kedua belah pihak ibarat saling memanggil ke arah yang berlawanan. Sehingga tidak bertemu satu sama lain. Di satu sisi kita bertanya-tanya, meminta penjelasan. Namun di sisi lain, dia diam berharap kita sadar.

 

Until one day I stopped caring
And began to forget why I longed to be so close
And I disappeared into the darkness
And the darkness turned to pain
And never went away
Until all that remained was buried, deep beneath the surface
Beneath the surface

 

Kesimpulannya, lagu ini mungkin bercerita tentang hubungan antara 2 orang yang tidak saling bersambung satu sama lain. Meskipun mereka berdua peduli akan yang lainnya, mereka tidak berada di arah yang sama. Yang satu ingin begini, yang satu lagi ingin begitu. Saling menunggu tanpa ada satupun yang memulai, hingga akhirnya keduanya berhenti menunggu dan saling melupakan dan menjalani hidupnya masing-masing.

Tentu saja ini adalah analisa pribadi. John Petrucci pernah menjelaskan bahwa lagu ini terinspirasi dari hubungannya dengan anak-anaknya yang semakin dewasa dan mulai mandiri. Mungkin di sini John merindukan masa dia bersama anak-anaknya masih kecil. Siapa tau.

Posted on August 27, 2013, in Dream Theater. Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Pertamax…
    keren analisa liriknya bro…
    *soalnya ane g ngerti bhsa inggris yg njelimet kyak gini..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

<span>%d</span> bloggers like this: