Monthly Archives: August 2013

Artwork Booklet Album Self Titled (1/3)

Sudah muncul lagi 1/3 artwork terbaru

art1

Editorial : Mengapa Mike Portnoy Tidak Akan Kembali?

Akhir-akhir ini kembali lagi muncul ke permukaan berita, artikel, atau wacana mengenai kembalinya Mike Portnoy ke Dream Theater. Dari Mike Portnoy sendiri atau dari personil Dream Theater lainnya. Dan tentu saja masih ada beberapa penggemar yang masih mengharapkan hal itu terjadi tanpa pikir panjang. Tapi apakah mungkin Mike Portnoy akan kembali? Sudah hampir 3 tahun setelah Mike keluar dari Dream Theater, hal ini masih saja dibicarakan. Saya rasa perlu mengungkapkan apa yang saya pikirkan mengenai hal ini. Sebagai seorang drummer saya sangat mengagumi permainan drum Portnoy. Saya lebih suka permainan Portnoy dibanding Mangini. Tetapi saya lebih mengutamakan Dream Theater.  Saya lebih mengutamakan keberlangsungan Dream Theater secara musik, secara hubungan personal, dan lain-lain. Oleh karena itu, saya merasa Mike Portnoy tidak akan kembali ke Dream Theater.

Banyak alasan dan analisa yang bisa kemukakan untuk mendukung pemikiran saya dan akan saya utarakan satu per satu.

Setelah Portnoy keluar dan Mangini masuk, Dream Theater tidak mengalami kemunduran. Penjualan album A Dramatic Turn of Events tetap saja meraih angka yang tinggi. Album ini juga diterima oleh para penggemar dan kritikus. Dream Theater mendapatkan nominasi Grammy Award pertamanya untuk single On The Backs Of Angels. Konser mereka tetap tidak sepi bahkan akhirnya mereka bisa datang ke Indonesia. Secara musik, meskipun bagi saya A Dramatic Turn of Events adalah album yang “aman”, album ini tetap memberikan nuansa yang menyegarkan bagi musik Dream Theater yang akhir-akhir ini sudah “terlalu metal” karena pengaruh Mike Portnoy sendiri. Ketika mendengar lagu seperti Breaking All Illusion saya merasa kembali mendengarkan musik Dream Theater klasik. Musik Dream Theater telah kembali. Karena album ini sukses secara kritik dan komersil, tentu saja yang mereka lakukan bukan lah sebuah kegagalan. Jika mereka meraih sukses seperti ini tanpa sosok Mike Portnoy, kenapa mereka harus menerima kembali Mike Portnoy? Akan lain jika hasil penjualan album ini jelek atau mendapat ulasan yang tidak bagus dari kritikus.

Mike Mangini bukanlah Mike Portnoy. Permainan mereka berbeda. Mangini tidak seperti Portnoy yang sangat suka bermain hi-hat dan splash cymbal. Mangini sediri mengakui dia ingin bergabung bukan karena ingin menjadi seperti Mike Portnoy. Meskipun demikian, Mangini memberikan permainan yang lebih teknikal yang membawa Dream Theater ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Bagus atau tidak itu kembali ke selera. Saya saja masih lebih menyukai permainan keyboard Kevin Moore dibanding Jordan Rudess. Tetapi Jordan lah yang sekarang di Dream Theater. Begitu juga Mike Mangini dan mereka sangat bahagia sekarang. Apakah mereka dengan begitu saja mau mengeluarkan Mangini yang rela meninggalkan pekerjaannya di Berklee supaya Mike Portnoy bisa kembali lagi dengan otoriternya itu?

Tidak sedikit yang mengetahui tentang otoriter Mike Portnoy. Selaku produser, Mike cukup keras dan tegas mendorong keinginannya dalam musik Dream Theater. Mike juga suka memaksa musik-musik dari band yang dia suka dimasukkan ke lagu-lagu Dream Theater. Seperti “memaksa” lagu Never Enough karena dia saat itu sangat suka dengan Muse. Beberapa personil akhirnya lebih menurut saja. Seperginya Portnoy membuat antusias para personil dalam membuat lagu kembali bangkit. John Myung merasa seperti kembali ke jaman dimana dia dan John Petrucci sering jamming bersama dan membuat lagu.  John Myung pun mulai kembali menulis lirik. Apakah mereka mau “kebebasan” mereka kembali hilang dan kembali dikuasa Portnoy? Akan kah mereka akur kembali? Saya tentu lebih memilih Dream Theater yang bahagia dan bisa bertahan terus membuat musik.

Diantara personil Dream Theater, James LaBrie adalah yang hingga saat ini masih tidak berhubungan dengan Mike Portnoy seperginya Mike dari Dream Theater. Hubungan James dan Mike tidak begitu harmonis hingga suatu saat hampir berkelahi. Di suatu wawancara di tahun 2000an, Mike Portnoy pernah mengakatan jika Dream Theater baru mulai dibentuk akhir-akhir ini dia tidak akan memilih James LaBrie sebagai vokalis. Di forum website Mike Portnoy, Mike juga menghapus topik tentang tur solo James LaBrie karena dia tidak suka mendengar James berkata di sebuah wawancara dimana James tidak merasa sedih Mike Portnoy keluar. Berdasarkan perseturuan ini, saya merasa jika Mike Portnoy kembali, besar kemungkinannya James LaBrie tidak akan senang dan dia lebih memilih untuk keluar dan menurut saya perubahan suara vokal dalam Dream Theater akan jauh lebih membuat mereka tidak diterima oleh penggemarnya.

Jika karena kehendak Tuhan, sesuatu terjadi dengan Mike Mangini dan Dream Theater harus mencari drummer baru. Saya merasa Dream Theater akan lebih memilih untuk melakukan audisi lagi ketimbang mengajak Mike Portnoy kembali.

Portnoy adalah drummer yang hebat. Meskipun demikian saya sangat puas dengan Dream Theater yang sekarang. Tidak ada rasanya yang perlu diubah. Dream Theater sendiri tidak akan kehilangan identitasnya. Keberadaan Portnoy sangat berarti, tetapi satu hal yang perlu diingat. Mike bukan seorang komposer. Bukan Mike yang menciptakan nada, riff, atau melodi. Komposer utama Dream Theater adalah John Petrucci bersama Jordan Rudess. Selama mereka masih bertahan (terutama John) Dream Theater tidak akan kemana-mana. Bagaimana dengan Mike Portnoy? Meskipun saya tidak terlalu menyukai The Winery Dogs, tetapi Mike masih punya Transatlantic. The Whirlwind hingga saat ini merupakan salah satu lagu terbaik sepanjang masa bagi saya dan saya sangat menantikan album ke-4 Transatlantic.

Levin Minnemann Rudess Snippet

Berikut ada 2 audio snippet dari project Levin Minnemann Rudess. Album ini akan rencana dirilis bulan oktober ini.

Artwork DVD Live at Luna Park (3/3)

luna3

Artwork belakang DVD Live at Luna Park sudah muncul semua dan tracklist DVD sudah terlihat semua. Ini rinciannya :
Tracklist
Bridges in the Sky
6:00
The Dark Eternal Night
This is the Life
The Root of all Evil
Lost Not Forgotten
Drum Solo
A Fortune in Lies
The Silent Man
Beneath the Surface

Outcry
Piano Solo
Surrounded
On The Backs of Angels
War Inside My Head
The Test that Stumped Them All
Guitar Solo
The Spirit Carries On
Breaking All Illusions
 Metropolis pt. 1

These Walls
Build Me Up, Break Me Down
Caught in a Web
Wait for Sleep
Far from Heaven
Pull Me Under

Bonus
Documentary
Trailer
Behind The Scene
Cartoon Intro

Wawancara Metal Shrine Bersama John Petrucci : Mungkinkah Band Mike Portnoy The Winery Dogs Menjadi Band Pembuka Untuk Dream Theater?

Blog di Swedia, Metal Shrine melakukan wawancara dengan John Petrucci. Terdapat cukup banyak pertanyaan yang menarik. Mengenai album baru dan kemungkinan untuk tampil bersama The Winery Dogs. Kami memilih beberapa pertanyaan untuk diterjemahkan. Wawancara lengkapnya bisa dibaca di http://metalshrineblogg.blogspot.se/2013/08/intervju-med-john-petrucci-i-dream.html

Album self titled? Apakah ini ide yang sudah terpikirkan dari dulu?

Sebenarnya, kami memutuskan atau memikirkannya sebelum kita masuk ke studio. Aku mengajuka proposal ini untuk semua orang, menjelaskan apa yang saya pikirkan, ada beberapa hal yang akan keren untuk dicoba. Sound engineer dan mixer yang kita bisa gunakan dan album seperti apa, suara dan arah, dan lain-lain.  Dan sepertinya ini ide yang baik untuk menjadikan album ini album self titled. Tentu saja dipatok begitu saja dan jika ada penyesuaian yang lebih cocok, maka kita berpikiran terbuka untuk itu. Dengan pikiran terbuka kami mulai berbicara tentang jenis album kami ingin buat, Mike Mangini sekarang ada dengan kami dan kami menulis lagu-lagu yang kuat dan sangat Dream Theater. Kemudian ketika kita ajuka kepada Roadrunner dan manajemen kami dan hanya setelah mendengar empat lagu, mereka semua setuju.

 

Apakah selalu anda yang mengemukakan ide untuk judul album atau ini kesepakatan bersama?

Tergantung. Siapa pun yang punya judul atau konsep untuk album, selalu dibahas bersama. Kadang-kadang seseorang hanya akan memiliki ide saja dan kadang-kadang itu ide muncul begitu saja. Ketika kita membuat “Scenes from a Memory”, ketika kami menulis itu, kami mulai berbicara tentang membuat album konsep dan itu sepertinya momennya juga tepat. Ketika kita membuat “Train of Thoughts”,  Kami sangat terfokus dan semuanya didiskusikan seperti “Ini akan keren jika kita melakukan ini!” Dan kemudian diskusi ini berubah menjadi arah yang konkrit.

 

Apakah anda ingin merilis DVD seperti “Rock Discipline” lagi?

Saya membuat video itu sudah lama dan itu adalah video pertama saya dan saya melakukan begitu banyak persiapan dan saya membuat seluruh videodan saya tidak punya keinginan untuk melakukannya lagi. Aku sudah melakukan banyak instruksional lainnya, seperti buku dan koleksi artikel saya di Guitar World, tapi saya belum pernah melakukannya lagi. Saya diminta banyak untuk melakukannya dan saya menghargai itu. Akhirnya, mungkin itu sesuatu yang akan saya lakukan. Saya berpikir bahwa ketika saya merasa itu adalah sesuatu yang saya benar-benar ingin melakukannya, saya akan senang melakukannya. Saya melakukannya dengan Dream Theater. Di studio, tur, memikirkan tentang tur, istirahat dari tur, menulis musik … Ya, Anda bisa mengisi setiap weekend tahun ini, tapi kemudian Anda tidak memiliki kehidupan

 

Menurut anda mungkinkah band Mike Portnoy The Winery Dogs menjadi band pembuka untuk Dream Theater, jika dia meminta?

Ya,… Aku sudah pernah mengatakan ini. Ketika Anda bermain dengan seseorang selama itu, saya tidak merasa bahwa Anda tidak akan pernah melihat orang itu lagi. Aku bisa membayangkan kita bermain festival atau sesuatu dan kami memiliki historis dengan semua anggota ex kami. KSaya rasa hal terbaik untuk dilakukan adalah menjaga pertemanan. Tapi tur berikutnya yang kita lakukan adalah hanya “An evening with Dream Theater”, sehingga tidak ada band pembuka.

Artwork DVD Live at Luna Park (2/3)

luna2a

 

Sudah 2/3 Artwork DVD Live at Luna Park muncul. Berarti semakin bertambah jelas tracklist DVD ini yaitu :

The Dark Eternal Night
This Is The Life
The Root Of All Evil
Lost Not Forgotten
Drum Solo
A Fortune In Lies
The Silent Man
Beneath The Surface

Outcry
Piano Solo
Surrounded
On The Backs Of Angels
War Inside My Head
The Test that Stumped Them All
Guitar Solo
The Spirit Carries On
Breaking All Illusions
Metropolis pt. 1

These Walls
Build Me Up, Break Me Down
Caught in a Web
Wait for Sleep
Far from Heaven
Pull Me Under

John & James Menjawab Pertanyaan Bagian 1

Artwork DVD Live at Luna Park (1/3)

dvd art

Akhirnya muncul juga sebagian artwork DVD Live at Luna Park. Artwork ini adalah bagian belakang DVD. Dari artwork ini bisa dilihat beberapa informasi seperti track list, bonus fitur, dan durasi. Berikut informasi yang bisa di dapat.

Durasi DVD

DVD 1 : 229 Menit

DVD 2 : 68 Menit

Track list DVD (sejauh ini)

Caught In A Web

Wait For Sleep

Far From Heaven

Pull Me Under

Fitur Bonus

Documentary

Trailer

Behind The Scene

Cartoon Intro

Analisa Lirik – Beneath The Surface

Beneath The Surface

Beneath The Surface

Lirik oleh :  John Petrucci

Analisa lirik ini murni interpretasi pribadi dari berbagai sumber.

 

Is there ever really a right time?
You had led me to believe
Someday you’d be there for me
When the stars above aligned
When you weren’t so consumed
I kept looking for the clues
So I waited in the shadows of my heart
And still the time was never right

Until one day I stopped caring
And began to forget why I longed to be so close
And I disappeared into the darkness
And the darkness turned to pain
And never went away
Until all that remained was buried, deep beneath the surface

Dalam suatu hubungan, kita mempercayai suatu saat orang yang kita harapkan akan ada untuk kita. Kapan pun itu, kita menantikan petunjuk darinya. Dan kita pun menunggu dan menunggu, tapi tidak pernah ada waktu yang tepat. Akhirnya suatu hari, kita berhenti untuk memikirkannya. Kita berhenti untuk mempedulikan, hingga akhirnya lupa mengapa kita bisa dekat dengannya. Kita pun mulai menjauh, menghindar, dan akhirnya menghilang. Meskipun sakit terasa di awal namun akhir semuanya akan hilang ibarat dikubur dalam-dalam.

 

A shell of what things could’ve been
Tired bones beneath a veil of guarded secrets all too frail
Sad to think I never knew
You were searching for the words
For the moment to emerge
Yet the moment never came
You couldn’t risk my fragile frame

Until one day you stopped caring
And began to forget why I tried to be so close
And you disappeared into the darkness
And the darkness turned to pain
And never went away
Until all that remained was buried, deep beneath the surface

Di sisi yang lain, orang tersebut juga merasakan kegundahan yang sama. Merasa kita perlu menyadari keadaannya. Dia berusaha mencari kata-kata yang tepat disaat yang tepat juga. Namun, dia tidak bisa menemukan saat yang tepat. Dia takut untuk menyinggung dan menyakiti perasaan kita. Dan akhirnya suatu saat dia pun berbuat hal yang sama. Dia mulai  berhenti memikirkan kita, mulai menhindar, menjauh, dan akhirnya juga menghilang.
I would scream just to be heard
As if yelling at the stars
I was bleeding just to feel

You would never say a word
Kept me reaching in the dark
Always something to conceal

Kedua belah pihak ibarat saling memanggil ke arah yang berlawanan. Sehingga tidak bertemu satu sama lain. Di satu sisi kita bertanya-tanya, meminta penjelasan. Namun di sisi lain, dia diam berharap kita sadar.

 

Until one day I stopped caring
And began to forget why I longed to be so close
And I disappeared into the darkness
And the darkness turned to pain
And never went away
Until all that remained was buried, deep beneath the surface
Beneath the surface

 

Kesimpulannya, lagu ini mungkin bercerita tentang hubungan antara 2 orang yang tidak saling bersambung satu sama lain. Meskipun mereka berdua peduli akan yang lainnya, mereka tidak berada di arah yang sama. Yang satu ingin begini, yang satu lagi ingin begitu. Saling menunggu tanpa ada satupun yang memulai, hingga akhirnya keduanya berhenti menunggu dan saling melupakan dan menjalani hidupnya masing-masing.

Tentu saja ini adalah analisa pribadi. John Petrucci pernah menjelaskan bahwa lagu ini terinspirasi dari hubungannya dengan anak-anaknya yang semakin dewasa dan mulai mandiri. Mungkin di sini John merindukan masa dia bersama anak-anaknya masih kecil. Siapa tau.

Dream Theater News Indonesia di Twitter

Kini Dream Theater News Indonesia bisa di follow di Twitter. Follow DTNI di @DTNewsIndonesia